Tampilkan postingan dengan label Ibu hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu hamil. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Februari 2016

Bolehkah ibu hamil menari

Bolehkah ibu hamil menari ? - Semakin bunda aktif bergerak, maka bunda semakin dapat menerima perubahan bentuk tubuh pada saat hamil. Selain itu aktivitas yang cukup bisa membantu bunda untuk mempermudah proses persalinan. Olahraga yang cukup juga bisa mengembalikan bentuk tubuh bunda pasca melahirkan. Salah satu aktivitas dan olahraga yang dapat bunda lakukan adalah menari.

Bolehkah ibu hamil menari


Pada masa awal kehamilan bunda bisa mencoba jenis tari seperti tari jazz,tari  samba, dan tari salsa. Bunda mungkin akan kesulitan untuk melakukan ketiga jenis tari tersebut ketika usia kehamilan semakin bertambah. Bunda bisa mencoba tari perut dengan gerakan lambat dan terkontrol agar bunda merasa nyaman melakukan tari tersebut. Kira-kira dari pemaparan tersebut sudah bisa menyimpulkan 

bolehkah ibu hamil menari ?
Manfaat Menari Bagi Ibu Hamil
Perubahan hormon pada tubuh pada saat hamil bisa saja menjadikan persendian bunda semakin mudah untuk cedera. Untuk menjaga kesehatan sendi salah satunya dengan melakukan gerakan tari. Selain itu menari juga dapat menjaga kesehatan ibu dan bayi yang masih dalam kandungan.

Kegiatan menari merupakan aktivitas yang tergolong low impact sehingga aman dan memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil. Menari yang low impact mengandung gerakan yang lembut sehingga memiliki dampak yang baik bagi persendian bunda. Hal tersebut bisa mengurangi terjadinya risiko stres  tubuh dan persendian.

1.       Menari bisa membantu menjaga tulang punggung agar tetap lentur.
2.       Menari membantu anda berada pada posisi postur tubuh yang baik.
3.       Menari dapat melatih otot dasar panggul menjadi lebih kuat, otot panggul yang lemah dapat menyebabkan terjadinya inkontinensia stres yang berupa mudah keluarnya pipis ketika batuk atau bersih.
4.       Menari membantu untuk memperkuat otot tulang belakang sehingga berguna pada saat persalinan.
5.       Menari membantu membuat suasana hati yang lebih baik dan membantu mengurangi rasa sakit.
6.       Menari sebagaimana olahraga yang lain dapat membantu memperbaiki pola tidur menjadi lebih baik.


Tips Menari Sesuai Usia Kehamilan
Kehamilan Pada Trimester Pertama
1.   Melakukan gerakan tari yang santai dan low impact serta menghindari gerakan yang melompat-lompat.
2.  Lakukan gerakan tersebut sesuai dengan kemampuan anda, jangan sampai anda memaksakan melakukan gerakan tersebut. Anda sendiri yang tahu batas kemampuan anda.
3.       Jika tiba-tiba anda sulit berbicara dengan nyaman, maka itu menjadi pertanda anda harus mengurangi atau memperlambat gerakan tari anda.
Kehamilan Pada Trimester Kedua dan Ketiga
1.  Menari dengan low impact dengan memperhatikan keseimbangan akibat perut yang semakin membesar.
2.   Hindari gerakan melompat, gerakan dengan putaran yang terlalu banyak dan sering, serta gerakan yang terlalu cepat dan gerakan yang terlalu menyentak atau melengkungkan tulang belakang.
Bunda jangan lupa juga beberapa hal berikut sebelum melakukan aktivitas olahraga tari terlebih pada masa kehamilan:
1.   Usahakan untuk melakukan pemanasan sebelum anda menari, serta melakukan pendinginan setelah selesai menari.
2.  Bunda bisa melakukan gerakan tari dengan panduan video di rumah, akan tetapi pastikan bunda mendapatkan instruktur yang tahu usia kehamilan jika memutuskan untuk bergabung dengan kelas tari khusus ibu hamil
3.     Bunda lebih baik melakukan gerakan ringan dengan teratur dan menghindari gerakan-gerakan tari yang terlalu berat.
4.    Bunda juga harus memastikan nutrisi tubuh terpenuhi termasuk kebutuhan air selama melakukan olahraga termasuk tari.
5.    Usahakan melakukan tidak lebih dari tiga kali dalam seminggu dengan durasi maksimal 20 menit setiap sesi.
6.   Usahakan jika bunda mengalami nyeri pinggul untuk diawasi oleh dokter ketika akan melakukan olahraga tari.


Bolehkah ibu hamil menari ? tentu bisa juga dengan melakukan konsultasi kepada dokter sebelum memutuskan untuk melakukan olahraga tari jika anda memiliki komplikasi kehamilan dengan penyakit diabetes gestational. Menari sangat mungkin untuk dilakukan oleh semua orang, pastikan bunda menyadari betul keterbatasan bunda. Bunda juga jangan terlalu berlebihan dalam melakukan gerakan tari. Bolehkah ibu hamil menari ? ya tentu boleh dengan memperhatikan beberapa saran sebagaimana sudah disampaikan.

Anatomi panggul ibu hamil

Anatomi panggul ibu hamil -

Anatomi panggul ibu hamil - Ada sebagian wanita yang memiliki bentuk tulang panggul yang kurang sesuai untuk bisa menjalani persalinan dengan persalinan normal. Akan tetapi tidak serta-merta seorang wanita tidak bisa melahirkan dengan normal apabila memiliki bentuk panggul yang kurang sesuai tersebut. Pemeriksaan anatomi panggul ibu hamil diperlukan untuk mendapatkan informasi mengenai ada tidaknya risiko terjadinya hambatan pada saat persalinan serta penilaian mengenai bentuk panggung. Selain bentuk panggul, keberadaan gumpalan jaringan lunak tidak normal yang menutup jalur kelahiran bayi juga berpengaruh pada proses persalinan.

Gumpalan tidak normal yang umum ditemukan adalah mioma yakni massa yang muncul dari jaringan rahim seseorang. Apabila pertumbuhan mioma tersebut berada pada bagian atas uterus, maka hal tersebut tidak menjadi masalah. Akan tetapi penutupan jalur lahir bayi terjadi ketika mioma berada pada panggul bagian bawah.

Evaluasi terhadap bentuk panggul dan keberadaan mioma atau gumpalan lainnya yang terdapat di dalam panggul dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG terhadap bentuk panggul dan gumpalan tersebut dapat membantu memberikan informasi apakah seorang ibu hamil dapat melahirkan dengan normal melalui vagina.

Bagian Penyusun Bentuk Panggul Tulang panggul seorang wanita yang sudah pubertas akan mengalami pembesaran untuk menciptakan tulang panggul yang lebih luas agar memungkinkan untuk melahirkan. Tulang panggul terdiri dari dua bagian tulang yaitu tulang pinggang, dan tulang sakrum. Tulang pinggang terdiri dari tulang ilium, tulang iskum, serta tulang pubis.

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANATOMI PANGGUL IBU HAMIL : 
ibu hamil melahirkan normal | berapa minggu | di rumah, wanita hamil melahirkan normal, video ibu hamil melahirkan normal, cara ibu hamil melahirkan normal, foto ibu hamil melahirkan normal, ibu hamil gemuk melahirkan normal

Tulang ilium merupakan tulang yang memiliki ukuran paling besar dibandingkan dengan dua tulang lainnya. Pengukuran panggul diambil dari tonjolan paling atas pada lingkar tulang illium yang disebut lebar panggul. Ukuran lebar panggul nantinya akan dibandingkan dengan ukuran kepala janin.

Ukuran perbandingan tersebut akan menentukan apakah seorang wanita bisa melahirkan dengan normal atau tidak. Tulang iskum dan tulang pubis merupakan dua tulang pembentuk panggul yang terdapat di bawah tulang ilium. Pada kedua tulang pubis yang bertemu dihubungkan oleh tulang rawan yang disebut simfisis pubis.

Ligamen di sekitar simfisis pubis pada saat hamil akan menjadi fleksibel agar memungkinkan bayi lahir. Tulang sakrum yang berbentuk seperti segi tiga menjadi dasar tempat bersatunya tulang punggung. Tulang ekor berada di bawah tulang sakrum yang merupakan pangkal dari tulang punggung.

Fungsi dari tulang ekor adalah untuk menjaga keseimbangan seseorang ketika berada pada posisi duduk. Bentuk Anatomi Panggul Wanita Berikut kami sampaikan empat bentuk panggul wanita pada umumnya serta pengaruhnya terhadap proses persalinan: Bentuk Platipeloid yaitu rongga panggul yang berbentuk oval dengan bentuk memipih pada diameter bagian depak ke belakang.

Bentuk panggul seperti ini akan menyebabkan posisi kepala janin melintang ketika melewati panggul. Risiko terjadi kurang lancarnya persalinan melalui vagina bisa terjadi pada wanita dengan bentuk panggul platipeloid. Bentuk Android yaitu bentuk panggul yang memiliki ukuran rongga panggul yang kecil dengan bentuk menyerupai simbol hati.

Bentuk panggul ini sebenarnya merupakan bentuk panggul kebanyakan panggul laki-laki. Keberadaan tulang iscum yang menonjol serta memiliki lengkung pubik yang sempit. Bentuk panggul ini juga memiliki risiko dapat terjadi persalinan melalui vagina yang kurang lancar. Bentuk Ginekoid yaitu bentuk panggul yang memiliki rongga dalam berbentuk oval yang memiliki jarak lebih lebar antara sisi kiri ke sisi kanan dibandingkan dengan jarak antara bagian depan ke belakang. Bentuk panggul ini memiliki tulang iscum yang tumpul serta lengkung pubik yang besar sekitar 90 derajat atau bahkan lebih.

Bentuk panggul ini merupakan bentuk panggul wanita pada umumnya yang juga merupakan bentuk panggul terbaik untuk bisa melahirkan secara normal. Bentuk Antropoid juga memiliki rongga dalam yang berbentuk oval dengan jarak antara sisi belakang ke depan lebih lebar dibandingkan dengan jarak antara sisi kiri ke kanan. Pada bagian belakang memiliki ukuran yang cukup luas untuk menampung kepal bayi bagian belakang dan memiliki dinding samping yang sejajar.

Hal tersebut berakibat pada kelahiran bayi yang menghadap ke atas. Pemeriksaan anatomi panggul ibu hamil dan gumpalan jaringan lunak tidak bisa memastikan 100% normal tidaknya seorang wanita dalam melahirkan bayi. Pengujian normal tidaknya proses persalinan yang sebenarnya adalah ketika proses persalinan itu sendiri terjadi.


Pemeriksaan anatomi panggul ibu hamil dan gumpalan jaringan lunak hanya sebagai langkah antisipasi saja.