Pada situs ini kami akan berusaha menampilkan artikel-artikel dan perkembangan terbaru dunia kesehatan

Senin, 01 Februari 2016
Berlangganan

Rokok dan Kesehatan Jantung

Rokok dan Kesehatan Jantung


Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memproduksi rokok cukup besar. Ratusan tahun rakyat Indonesia sudah mengenali rokok, mulai dari orang dewasa hingga yang saat ini kita ketahui beritanya bahwa anak balita laki-laki sudah tercandu oleh rokok. Kebun tembakau di Indonesia sangatlah luas, sehingga jelas saja Indonesia merupakan salah satu negara yang memproduksi rokok. Yang masyarakat ketahui rokok tidak baik tapi mereka tidak mengetahui betul tentang bahaya apabila kita menghisap rokok terlalu banyak, dan selain membahayakan tubuh bagi diri sendiri bisa juga dapat membahayakan orang-orang disekitar nya juga. Di dalam satu batang rokok terkandung banyak sekali racun yang dapat menyebabkan banyak penyakit yang disebabkan oleh rokok tersebut, mulai dari sakit jantung, impotensi, dll.

Rokok sangatlah susah dihindari bagi pecandunya, dan untuk satu kotak rokoknya saja sudah mahal tapi kenapa masih banyak masyarakat yang tidak mau berhenti merokok, banyak yang bilang untuk berhenti merokok itu sangat susah. Namun sekarang terdengar di telinga kita bahwa rokok itu bisa disembuhkan dengan berbagai terapi, mulai dari terapi yang lebih mudah yaitu dengan permen karet, jadi ketika pecandu ingin merokok maka cegahlah dengan mengunyah permen karet, selain itu ada terapi seperti totok wajah dan leher hingga badan yang dapat menimbulkan batuk sampai muntah bagi penderita yang diberi rorkok untuk dihisap, dan sekarang ada juga terapi rokok dengan rasa pahit yang apabila pecandu ini merokok maka akan terasa pahit apabila asapnya itu tertelan, dsb.

Dalam ilmu kedokteran rokok merupakan salah satu faktor risiko untuk terjadinya penyakit/memperparah penyakit yang sudah ada. Contohnya saja hipertensi atau penyakit jantung lainnya seperti stroke, pada penderita hipertensi zat rokok dapat meracuni pembuluh darah yang dapat menyebabkan impermeabilitas pembuluh darah terganggu dan dapat menyebabkan penyumbatan yang akan berakibat stroke.
Namun disini akan dibahas mengenai Penyakit Jantung Hipertensi yang prevelensi saat ini berkisar antara 5-10% sedangkan tercatat pada tahun 1978 proporsi penyakit jantung hipertensi sekitar 14,3% dan meningkat menjadi sekitar 39% pada tahun 1985 sebagai penyebab penyakit jantung di Indonesia. Kurang lebih 85-90% hipertensi tidak diketahui penyebabnya atau disebut sebagai hipertensi primer (hipertensi esensial atau Idiopatik). Hanya sebagian kecil hipertensi yang dapat ditetapkan penyebabnya yaitu hipertensi sekunder. Tidak ada data akurat mengenai prevalensi hipertensi sekunder dan sangat tergantung di mana angka itu diteliti. Diperkirakan terdapat sekitar 6% pasien hipertensi sekunder sedangkan di pusat rujukan dapat mencapai sekitar 35%. Hampir semua hipertensi sekunder didasarkan pada 2 mekanisme yaitu gangguan sekresi hormon dan gangguan fungsi ginjal. Pasien hipertensi sering meninggal dini karena komplikasi jantung (yang disebut sebagai penyakit jantung hipertensi). Juga dapat menyebabkan stroke, gagal ginjal, atau gangguan retina mata. Berdasarkan hasil penelitian Departemen Kesehatan RI menyatakan bahwa satu diantara tiga penderita hipertensi adalah perokok.

Tahukah anda bahwa zat yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan seseorang bisa didiagnosis sebagai hipertensi? Salah satu zatnya adalah nikotin, jadi asap rokok yang dihirup oleh perokok (aktif atau pasif) telah diketahui mempunyai beberapa efek antara lain timbulnya kanker, efek pada kardiovaskuler (fisiologis dan patologis), metabolik, hematologis, metabolik dan paru. Sulit menyebutkan efek-efek tersebut ditimbulkan oleh komponen yang mana dari asap rokok tadi.

Nikotin dihirup bersama asap rokok oleh perokok, sebagian diabsorbsi oleh mukosa mulut saat asap rokok sementara masih dalam rongga mulut. Sebagian yang lain masuk bersama udara napas ke dalam saluran napas dan paru mencapai alveolus. Di membran alveol-kapiler nikotin mengalami difusi dan cepat masuk ke peredaran darah. Dalam waktu yang singkat sesudah asap rokok terhirup, nikotin dapat mencapai otak dan ditimbun disitu selebihnya lagi ditimbun di jaringan otot (skelet, jantung) dan sebagainya.

Efek primer nikotin pada manusia antara lain adalah: rasa bahagia (kesenangan), keguncangan (arousal), kesigapan, perbaikan kemampuan bertugas (performance), mengurangi kegelisahan, kadarnya meningkat dalam darah (katekolamin, vasopresin, hormon pertumbuhan, ACTH, kortisol, prolaktin, beta endorfin), metabolisme meningkat, lipolisis (asam lemak bebas meningkat), vasokonstriksi pembuluh darah kulit koroner, frekuensi jantung meningkat, isi semenit jantung meningkat, tekanan darah meningkat dan relaksasi otot rangka.

Untuk perjalanan penyakit hipertensinya dimulai dari hupertrofi ventrikel kiri (HVK) merupakan kompensasi jantung menghadapi tekanan darah tinggi ditambah dengan faktor neurohumoral yang ditandai oleh penebalan konsentrik otot jantung (hipertrofi konsentrik). Fungsi diastolik akan mulai terganggu akibat dari gangguan relaksasi ventrikel kiri, kemudian disusul oleh gangguan relaksasi ventrikel kiri (hipertrofi eksentrik). Rangsangan simpatis dan aktivasi sistem RAA memacu mekanisme Frank-Starling melalui peningkatan volume diastolik ventrikel sampai tahap tertentu dan pada akhirnya akan terjadi gangguan kontraksi miokard (penurunan/gangguan fungsi sistolik).

Pada tahap awal, seperti hipertensi pada umumnya kebanyakan pasien tidak ada keluhan. Bila simtomatik, maka biasanya disebabkan oleh 1.) Peninggian tekanan darah itu sendiri, seperti berdebar-debar, rasa melayang (dizzy) dan impoten 2.) Penyakit jantung/hipertensi vaskuler seperti cepat lelah, sesak napas, sakit dada (iskemia miokard atau diseksi aorta), bengkak kedua kaki atau perut. Gangguan vaskular lainnya adalah eepistaksis, hematuria, pandangan kabur karena perdarahan retina, transient serebral ischemic 3.) Penyakit dasar seperti pada hipertensi sekunder: polidipsia, poliuria, dan kelemahan otot pada aldosteronisme primer, peningkatan BB dengan emosi yang labil pada sindrom Cushing. Feokromositoma dapat muncul dengan keluhan episode sakit kepala, palpitasi, banyak keringat dan rasa melayang saat berdiri (postural dizzy).

Pemeriksaan fisik dimulai dengan menilai keadaan umum: memperhatikan keadaan khusus seperti: Cushing, feokromasitoma, perkembangan tidak proporsionalnya tubuh atas dibanding bawah yang sering ditemukan pada koarktasio aorta. Pengukuran tekanan darah di tangan kiri dan kanan saat tidur dan berdiri. Funduskopi dengan klasifikasi Keith-Wagner-Barker sangat berguna untuk menilai prognosis. Palpasi dan auskultasi arterikarotis untuk menilai stenosis atau oklusi.

Selain itu pemeriksaan jantung untuk mencari pembesaran jantung ditujukan untuk menilai HVK dan tanda-tanda gagal jantung. Pemeriksaan laboratorium awal meliputi: urinalisis, hemoglobin/ hematokrit, elektrolit darah, ureum/ kreatini, GDS, kolesterol total, dan EKG yang menunjukkan HVK pada sekitar 20-50% (kurang sensitif) tetapi masih menjadi metode standar. Apabila keuangan tidak menjadi kendala, maka diperlukan pula pemeriksaan: TSH, Leukost darah, foto thorax, dll.


Penatalaksanaan umum hipertensi mengacu kepada tuntunan umum (JNC VII 2003, ESH/ ESC 2003). Pengelolaan lipid agresif dan pemberian aspirin sangat bermanfaat. Pasien hipertensi pasca infark jantung sangat mendapat manfaat pengobatan dengan penyekat beta, penghambat ACE atau anti aldosteron. Pasien hipertensi dengan risiko PJK yang tinggi mendapat manfaat dan pengobatan diuretik, penyekat beta dan penghambat kalsium. Pasien hipertensi dengan gangguan fungsi ventrikel mendapat manfaat tinggi dengan pengobatan diuretik, penghambat, ACE/ ARB,penyekat beta dan antagonis aldosteron. Bila sudah dalam tahap gagal jantung hipertensi, maka prinsip pengobatannya sama dengan pengobatan gagal jantung yang lain yaitu diuretik, penghambat ACE/ ARB, penghambat beta, dan penghambat aldosteron.