Neuropati Diabetika (Diabetic Neuropathy) - Definisi | Gejala Klinis | Patogenesis | Tingkat Keparahan

shares


Neuropati Diabetika (Diabetic Neuropathy) - Definisi | Gejala Klinis | Patogenesis | Tingkat Keparahan

1. Definisi dan gejala klinis
Konsensus San Antonio pada pertemuan American Diabetes Association and America Academy of Neurologi mendefinisikan bahwa ND adalah suatu penyakit baik klinis maupun subklinis, yang terjadi pada seorang pengidap DM tanpa disertai penyebab neuropati perifer yang lain. Gangguan neuropati ini meliputi manifestasi pada system somatik dan atau sistem otonom (Boulton et al., 2004). Beberapa keadaan yang menyebabkan neuropati perifer selain diabetes diantaranya adalah trauma, herediter, immonologi, kompresi, metabolik, toksik, infeksi, neoplastik dan penyakit sistemik lain (Bhadada et al., 2001).
Secara garis besar ND memiliki gejala sensoris yang dapat dibagi dua yaitu gejala positif dan negatif (Trippe, 2009). Gejala motorik sering bermanifestasi sebagai gejala negatif berupa kelemahan otot (Dobretsov et al., 2007). Gambaran klinis neuropati diabetik ini sangat beragam gejala sensorik, motorik dan otonom. Gejala sensorik bisa berupa gejala negatif  yaitu rasa tebal pada kaki menyerupai kaus kaki dan pada tangan menyerupai sarung tangan, jalan tidak stabil kehilangan keseimbangan saat mata ditutup dan luka yang tidak terasa sakit sedangkan gejala positif  yaitu rasa seperti terbakar, nyeri yang menusuk, rasa seperti tersetrum (electric shocklike feelings), rasa hipersensitif terhadap raba halus. Termasuk gejala sensori positif adalah nyeri spontan maupun disestesi yang merupakan manifestasi gangguan C-unmyelinated fiber serta parestesi sebagai akibat terganggunya A-delta fiber (Trippe, 2009). Gejala motorik dapat menyebabkan kelemahan yang distal, proksimal atau fokal. Gejala yang distal termasuk gangguan koordinasi halus dari otot tangan, sedangkan gejala kelemahan proksimal dapat berupa gangguan menaiki tangga, kesukaran bangun dari duduk atau berbaring, jatuh karena lemasnya lutut dan kesukaran mengangkan lengan diatas pundak dan dapat dijumpai arefleksia (Dobretsov et al., 2007). Gejala otonom dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, gastrointestinal, thermoregulasi, respiratorik, urogenital dan pupil ((Edward et al., 2008; Bhadada, 2001).

Tanda klinis yang akan didapati bergantung pada serabut mana yang mengalami kerusakan. Small fiber disease mengakibatkan gangguan persepsi nyeri dan suhu, menyebabkan paresthesia, dysesthesia dan atau nyeri neuropatik (Edward et al., 2008). Gangguan propiosepsi, penurunan reflek fisiologis, kehilangan sensasi serta kelemahan distal pada kasus berat merupakan manifestasi large fiber disease (Halsbeck et al., 2004). 

Neuropati Diabetika (Diabetic Neuropathy) - Definisi | Gejala Klinis | Patogenesis | Tingkat Keparahan

Nilai dari pemeriksaan klinis telah diakui karena small fiber dievaluasi oleh pengujian suhu, sentuhan ringan atau cocokan jarum dan large fiber dengan sensasi getaran, rasa posisi, kekuatan otot dan refleks tendon.
Trippe (2009) mendapatkan bahwa sekitar 18% penderita neuropati DM akan mengalami nyeri, 36% kehilangan kemampuan sensori dan 46% justru asimtomatik. Hal tersebut dapat dijelaskan karena pada neuropati perifer akan terlibat serabut saraf kecil dan serabut saraf besar. Neuropati serabut saraf kecil (small fiber neuropathy) ditandai dengan  nyeri (painful neuropathy) akut atau kronik berdasarkan menetapnya gejala nyeri (kurang atau lebih dari 6 bulan).  Proses selanjutnya, terjadi hipoalgesia dan gangguan persepsi suhu panas, yang berhubungan dengan gangguan fungsi otonom (Tecilazich et al., 2012).

2. Patogenesis neuropati diabetik
Secara garis besar, ND adalah proses multipel yang menyebabkan kerusakan large myelinated dan small myelinated dan nonmyelinated fiber baik oleh karena proses vaskuler, mekanik maupun metabolik (Welles, 2003). Terdapat enam proses yang diketahui sebagai mekanisme patogenetik neuropati diabetik (Haslbeck et al., 2004).
Yang pertama adalah peningkatan perubahan pada metabolisme polyol yang menyebabkan akumulasi sorbitol dan fruktosa disertai penurunan myo-inositol dan reduksi dari aktivitas Na+-K+-ATPase dan perubahan ekspresi isoenzim Protein Kinase C (PKC) (Haslbeck et al., 2004). Mekanisme yang kedua adalah adanya gangguan pada metabolisme asam amino esensial dan prostaglandin yang mengarahkan terjadinya perubahan struktur membran saraf serta mikrovaskular dan sistem hemorheologiknya (Haslbeck et al., 2004). Yang ketiga, adalah yang disebut dengan hyperglycaemic pseudohypoxia. Pada mekanisme ini yang melatarbelakangi adalah penyebab vaskular yang menginduksi terjadinya iskemia dan hipoksia sehingga terbentuk radikal bebas (stres oksidatif) (Haslbeck et al., 2004).
Mekanisme berikutnya adalah adanya gangguan neurotrophism yang diakibatkan oleh penurunan ekspresi dan defisiensi faktor neurotrofik (mis: nerve growth factor (NGF), neurotrophin-3 (NT-3) dan insulin-like growth factor (IGF) serta gangguan transport aksonal (Haslbeck et al., 2004). Mekanisme kelima,  nonenzymatic glycation meningkatkan level glycated plasma proteins dan akumulasi advance glycation end products (AGE) pada protein dinding saraf dan atau pembuluh darah (Haslbeck et al., 2004). Yang terakhir adalah berupa proses imunologis tempat terjadi autoantibodi terhadap nervus vagus, ganglion simpatik dan medulla adrenal sebagaimana proses inflamasi (cytokines) (Haslbeck et al., 2004). 

Neuropati Diabetika (Diabetic Neuropathy) - Definisi | Gejala Klinis | Patogenesis | Tingkat Keparahan


3.  Keparahan neuropati diabetik
Hiperglikemia kronik dan tipe dari diabetes merupakan faktor resiko terhadap keparahan dari ND. Untuk menentukan severitas ND digunakan Neuropathy Impairment Score of Lower Limbs plus 7 test (NIS(LL)) + 7 test  (Dyck et al., 1999).

Dyck (1988) menggunakan jumlah skor gejala dan tanda neurologis, abnormalitas neurofisiologi atau skor fungsi aktivitas sehari-hari untuk mengukur keparahan ND

Neuropati Diabetika (Diabetic Neuropathy) - Definisi | Gejala Klinis | Patogenesis | Tingkat Keparahan

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar